Skip to main content

Langkah Cerdas Menuju Desa Berintegritas



Dimasa pemerintahan Bapak Joko Widodo dengan pasangannya Bapak Jusuf Kalla mencanangkan 9 program yang dikenal dengan nama NAWACITA. Dimana program ini memiliki tujuan untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Salah satu program yang dicanangkan oleh dua pasangan ini dalam urutan yang ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Berdasarkan data BPS Tahun 2015 jumlah penduduk pedesaan mencapai 46,7% yang relatif menunjukkan cukup besar potensi di desa untuk menekan dan mengambil peran turut serta mengatasi problematika urbanisasi juga sebagai penggerak dalam pembangunan suatu negara. Fokus pengembangan pedesaan seharusnya dapat menjadi pilihan yang mudah karen beberapa faktor yang dimiliki oleh suatu pedesaan. Beberapa potensi yang dimiliki pedesaan adalah Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ruah dan relatif belum dikelola secara maksimal juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang cenderung mudah digerakkan karena tingginya jiwa kekeluargaan atau semangat partisipasinya yang besar untuk terlibat oleh karenanya, diperlukan sebuah model pengembangan desa yang lebih optimal, dengan penggunaan aset atau sumberdayanya yang lebih terorganisir dengan baik dan mendatangkan kemajuan bagi pembangunan desa. 

Disini saya memiliki sebuah pemikiran dimana tidak hanya handphone saja yang dapat dijadikan smart (Smartphone) namun desa juga harus dibentuk menjadi desa yang smart pula (Smart Village). Seperti yang kita ketahui pula bahwa suatu desa adalah tumpuan pendorong kemajuan perekonomian suatu negara. Sesuai dengan namanya Smart Village harus ditopang dengan beberapa hal yang juga smart, mulai dari smart, mulai dari smart institution, smart infrastructure, smart service delivery, serta smart societies. Untuk memenuhi seluruh komponen tersebut, diperlukan dukungan seluruh ekosistem smart village yang berpengaruh seperti petani, buruh, organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang sosial, perusahaan-perusahaan dalam ranah teknologi, pemerintah daerah, dll. Untuk membangun Smart Village ini sendiri tidak hanya didasarkan dengan teknologi-teknologi yang canggih, namun juga yang pertama dan utama perlu ditekankan untuk  menciptakan kesadaran di antara warga desa tentang pentingnya inovasi dalam usaha mikro dan kecil untuk menciptakan dalam membangun sebuah perekonomian juga harus dikembangkannya pengetahuan penduduk desa  melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan sebagai kunci utama dalam pembangunan Smart Village itu sendiri.

Smart Village mendesain desa sebagai pusat kreativitas warga yang menggabungkan antara kegiatan ekonomi produktif dan kreatif, peningkatan pendidikan dan kesehatan, upaya pengentasan kemiskinan, dengan instrumen teknologi sebagai pendorongnya. Dengan Smart Village ini, peran pemerintah desa lebih dioptimalkan agar dapat mengelola sumberdaya desanya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Operasionalisasi kampung cerdas dapat dipusatkan di kantor desa dan balai desa, sehingga desa dan balai desa akan terus dikunjungi oleh masyarakat desa dengan berbagai ragam aktivitas. Dengan ini diharapkan bahwa Balai desa dan kantor desa dapat berfungsi sebagai pusat pertukaran inovasi dan kreativitas dari masyarakat desa itu sendiri.


Comments

Post a Comment