Mungkin langit tidak selalu biru untuk menemani hari mu,
mungkin mentari tak selalu menemani hari cerah mu, mungkin bulan tak selalu
menemani setiap malam indah mu, dan mungkin bintang tak selalu menghiasi
langit-langit gemerlap. Namun tak usah kau bersedih dengan itu semua, hal itu
mugkin hanya pergi sementara dari pangkuan dan pandang mu. Bersyukurlah engkau
wahai insan jikalau engkau masih memiliki kedua orang tua untuk menemani
harimu. Bersyukurlah engkau wahai insan manusia yang masih memiliki mereka
untuk menemani setiap malam indahmu, bersyukurlah engkau wahai insan yang masih
memiliki mereka untuk menghiasi cerita indah dihidupmu. Mungkin kita sering
terlena dengan membandingkan kisah hidup kita dengan kisah hidup orang lain
yang kita rasa lebih atau mungkin sangat baik dibenak kita. Kita terlena dengan
kehidupan yang mewah dan serba ada. Terkadang kita hanya berorientasi dengan
kebahagian kita dengan barang-barang mewah yang kita miliki sampai akhirnya
kita melupakan dan tak menghiraukan bahwa ada dua sosok yang sangat berharga
untuk kita miliki yaitu kedua orang tua kita.
Padahal diluar sana bila kita menelik lebih dalam lagi dan mau peduli,
masih banyak saudara kita yang hanya ingin cerita bahagianya diisi dan di
temani oleh kedua orang tua mereka, namun apa daya mereka hanya bisa
berangan-angan karena mereka sudah tidak lagi memiliki sosok itu atau mungkin
pun mereka tak pernah mengenal sosok itu.
Minggu, 26 November 2017 alhamdulillah penulis diberikan
kesempatan dengan Sang Maha Pencipta untuk berbagi kebahagian dengan
saudara-saudara kita yang kurang beruntung untuk merasakan kasih sayang dari
orang tua mereka. Penulis bersama teman-teman kelas Perekonomian Indonesia bermain
dan belajar arti kehidupan ke panti Aisyiyah. Disana penulis dan teman-teman
bermain dan makan bersama suasana disana ditemani dengan beragam raut wajah yang tergambar didiri
mereka ada mereka yang tertawa bahagia, ada yang hanya tersenyum mengikuti
suasana, dan ada pula yang hanya diam tersipu malu ketika ku sapa. Penulis sadar
bahwa dikeberagaman raut wajah yang mereka gambarkan itu mungkin mereka
merasakan benar-benar merindukan kasih sayang yang sesungguhnya. Mereka menyadarkan penulis bahwa kita memang
harus benar-benar bersyukur dengan apa yang kita punya, kita harus menghargai
orang-orang disekitar kita. Jangan pula kita terlena dengan gemerlap atau
indahnya kisah tetangga. Mari kita hargai sesuatu yang kita punya terutama
orang tua kita, mungkin memang orang tua kita terlihat menyebalkan namun
sesungguhnya itulah bentuk kasih sayang mereka yang tak kita ketahui. Jangan sampai
kita menyesali atau merasa terlambat untuk berbagi kasih dengan orang tua kita
dan juga lingkungan disekitar kita yang mungkin kurang beruntung dari kita.

Comments
Post a Comment