“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)
Itulah sabdah Rasulullah yang harus kita pegang tak perlu kita
menunggu menjadi lulusan S1, lulusan S2 yang bergelar magister, lulusan S3 yang
bergelar doctor, mempunyai gelar professor, menjadi kiyai, ustad, atau bahkan
ulama untuk menyampaikan dan memberi tahukan ilmu yang baik kepada sesama
manusia. Dengan satu pengetahuan yang kita milikipun kita dapat menyampaikan
hal tersebut kesesama teman, kerabat, atau bahkan orang tua sekalipun. Namun dalam
hal ini kita juga harus memiliki cara-cara khusus menyampaikannya kepada setiap
orang. Kita juga dapat memberitahukan melalui pribadi dan tingkah laku kita
sehari-hari agar apa yang kita sampaikan bukan hanya keluar dari mulut kita
saja, namun bisa memberikan dampak positif yang nyata.
Disini penulis sebagai mahasiswa sebelumnya ingin bertanya
kepada teman-teman semua yang mungkin juga memiliki posisi yang sama seperti
penulis yang sedang menimba ilmu. Sebenarnya apa yang kita cari dalam dunia
kampus ini? Sebenarnya apa tujuan kita untuk masuk dunia perkuliahan? Untuk apakah
ilmu yang kita dapatkan kelak? Apakah ilmu itu hanya akan bersarang dikepala
kita dan akhirnya using dimakan udara seiring berjalannya waktu? Mungkin seperti
yang telah penulis jelaskan sebelumnya kita sebagai mahasiswa dapat
menyampaikan ilmu yang telah kita dapatkan dan mempraktekannya kedalam
kehidupannya. Misalnya penulis disini yang berkecimpung untuk menimba ilmu
tentang ekonomi Islam, penulis mulai tersadar dengan adanya orang-orang
dilingkungan penulis. Bahwa ilmu ini tidak pantas bila hanya kita simpan
dikepala kita, kita harus membumikan ekonomi Islam ini dengan memberikan sosiaisasi-sosialisasi
yang tak harus megah, mewah atau bergengsi, karena biasanya pun sesuatu yang
besar itu dimulai dari hal yang terkecil.
Untuk apa kita hanya duduk diam dibangku kampus dan
mendengar omongan dosen didepan kelas setelah itu pulang tanpa kita bagikan
ilmu itu kedunia luar? Tak Kalau begitu tak ada gunanya juga dirasa bila ilmu
itu hanya untuk kita pelajari dan tidak untuk di praktekan. Mungkin disini
teman-teman juga ada yang sama dengan penulis yang menimba ilmu tentang ekonomi
Islam, mari kita kampanyekan dan sosialisasikan ilmu Ekonomi Islam ini ke dunia
luar untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil dan menciptakan perekonomian
yang aman dan stabil dimana tidak ada lagi ketimpangan dan tidak meratanya harta
kekayaan. Mari kita praktikan satu demi satu ilmu yang kita dapat agar tidak
adalagi pemandangan dijalan anak-anak kecil berwajah tak berdosa untuk
merasakan kejamnya dunia, tak adalagi orang-orang miskin yang semakin melarat
karena terlilit hutang yang menyerang, tak adalagi foto-foto atau kisah saudara
kita yang kelaparan dan tidak mempunyai tempat tinggal. Karena kitalah orang
yang mungkin hanya memiliki ilmu sedikit ini yang bisa mengubah dunia, dengan
gerakan kecil kita yang bersama kita bisa mengubah dunia. Maka jangan lagi kita
diam ta bersuara, ayo kita bergerak untuk membantu saudara-saudara kita untuk
menuju hidup yang sejahtera. Mereka membutuhkan bantuan kita kawan, ya mereka
membutuhkan bantuan mu. Walau itu hanya sekalimat, sekata, setitik, semenit,
atau sedetik sekalipun.

Comments
Post a Comment