Di era milinium ini pemberdayaan manusia terutama pemuda
sangatlah penting karena hal ini merupkan strategi pembangunan nasional suatu
bangsa dan negara. Untuk mengoptimalisasi potensi yang dimiliki oleh pemuda
harus melalui pendekatan pemberdayaan yang terencana, sistematis dan
berkelanjutan. Jika para pemuda berkualiatas dan mepunyai semangat patriotise. Tentu
akan menyebabkan perkembangan yang baik bagi suatu negara karena sejatinya
pemuda dan mahasiswalah harapan masa depan bagi suatu bangsa.
Pemberdayaan pemuda juga dapat menumbuhkan jiwa sosial. Dengan
harapan pemuda dapat berinovasi untuk melakukan proyek sosial yang bisa
dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Mulai dari lingkungan
sekitar, tempat ibadah, dan sarana prasarana lainnya. Melihat keadaan Indonesia
saat ini diperlukan pemuda yang peduli dengan masa depan suatu bangsa. Pemuda yang
saling peduli sesama manusia maupun lingkungan sekitar. Menjadi bagian dalam
suatu proyek sosial merupakan keharusan untuk membangun Indonesia yang lebih
baik.
Proyek sosial ini tidak hanya berhubungan dengan kemanusiaan
saja tetapi aspek-aspek lain seperti misalnya lingkungan yang harus
diperhatikan. Para pemuda Indonesia dapat menjaga lingkungan sekitar untuk
memberikan dampak yang baik dan manfaat yang dapat dirasakan oleh generasi
penerus kita. Nah lewat tugas proyek sosial yang diberikan oleh dosen
Perekonomian Indonesia, Ibu Yeni, maka kelompok penulis mengangkat permasalahan
global warming. Memang mungkin sudah bosan atau sudah tidak jaman bila kita
jadikan topik pembicaraan sekarang. Namun hal ini merupakan sesuatu yang sangat
penting dan tidak boleh dilupakan. Karena global warming itu akan memberikan
dampak yang besar bagi dunia. Padahal penyebabnya mungkin saja hanya hal-hal
sepele yang mungkin ringan di tangan kita untuk dilakukan. Seperti misalnya
boros terhadap energi yang telah disediakan. Menyalakan lampu non-stop setiap
hari, menyalakan kipas angin tanpa henti. Hal ini akan menyebabkan pemborosan
energi yang akhirnya akan menyebabkan global warming. Maka dari itu kelompok
penulis akhirnya mencanangkan gerakan mematikan energi listrik bila sudah
selesai diadakannya proses belajar mengajar karena, selain dapat menghemat
energi kita juga dapat menghemat biaya.
Disini penulis tidak hanya membahas proyek kelompok pribadi.
Namun penulis akan mengulik kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh beberapa
kelompok yang berada di kelas perekonomian Indonesia. Mari kita mulai dari
kelompok pertama. Kelompok pertama mengambil permasalahan dimana mahasiswa yang
sedang melakukan kegiatan ibadah tidak menaruh sepatunya dengan penataan yang
rapih, mungkin hal ini tidak terpikirkan bagi kita dan bukan masalah besar yang
akan mengusik pikiran kita. Namun bagi penulis ini adalah kegiatan yang sangat
bermanfaat, karena dengan diadakannya himbauan untuk menata sepatu dengan baik
maka hal ini akan menciptakan lingkungan yang indah, kebersihan, dan juga dapat
menghindari kemungkinan sendal atau sepatu hilang. Karena kerapihan atau
kebersihan itu juga merupakan bagian dari iman seseorang. Dan kegiatan ini juga
dapat menerapkan kedisiplinan terhadap orang-orang disekitarnya untuk menjaga
etka kebersihan dan kerapihan.
Lanjut ke kelompok 2, kelompok 2 mengankat permasalah di
kamar mandi FEB UB yang mana tidak ada kejelasan, kekhususan, atau pemisahan
kamar mandi bagi wanita dan pria. Bagi penulis kegiatan sosial ini juga
memberikan dampak atau manfaat sosial yang sangat baik. Karena pemisahan untuk
kamar mandi antara wanita dan pria itu sangat penting. Seperti yang telah
dijelaskan oleh testimoni yang berada di video penampilan kelompok 2. Dijelaskan
bahwa pemisahan atau pengelompokan ini dapat menjaga privasi bagi masing –masing
jender karena setiap jender juga memiliki kebiasaan-kebiasaan dalam penggunaan
kamar mandi bila disatukan.
Berikutnya kelompok 3 yang mengangkat permasalahan tentang
orang-orang yang kurang memeperhatikan tata tertib dan kesempurnaan sholat. Beberapa
hal yang sering dilupakan adalah tidak merapatkan shaff shilat, tidak
memberikan batas atau sutrah agar orang dapat leluasa lewat tanpa harus
melangkah di depan orang yang telah beribadah. Menurut penulis kegiatan yang
diambil oleh kelompok ini dapat membuat orang-orang sadar bahwa kita sebagi
umat muslim harus sadar dengan aturan-aturan yang ada dan berusaha menjalankan
perintah-perintahNya untuk menyempurnakan cara-cara ibadah kita yang pada
akhirnya juga akan memberikan dampak positif bagi diri kita masing-masing.
Selanjutnya kelompok 4 dimana kelompok ini mengangkat
permasalahan lebih baik berjalan dari pada menggunakan kendaraan bermotor. Menurut
penulis sendiri hal ini merupakan projek yang sangat baik manfaatnya. Selain dapat
mengurangi polusi udara yang akan menyebab kan pemanasan global, namun hal ini
juga dapat memberikan kebiasaan yang baik bagi para pengikutnya. Karena jalan
adalah suatu proses olahraga yang dapat memberikan kebugaran dan tidak
membiarkan diri ini manja dengan adanya teknologi yang ada.
Langsung saja menuju kelompok 6 yang mengangkat permasalahan
menjaga tanaman-tanaman sekitar. Kelompok 6 ini melihat kondisi dimana
mahasiswa sering menggunakan taman berumput yang dijadikan tempat rapat
sehingga menyebabkan rumput-rumput menjadi rusak. Menurut penulis kegiatan ini
juga baik. Karena kita dihimbau untuk menjaga lingkungan yang akan berdampak
bagi kehidupan kita juga yang selain itu juga menjaga keindahan lingkungan yang
ada.
Kelompok 7 membahas tentang kurangnya kepekaan pengunjung
kantin yang suka berlama-lama di bangku dan meja makan. Mungkin berlama-lama
berbincang setelah makan adalah kebiasaan banyak orang yang tanpa kita sadari
hal ini akan merugikan banyak orang, menurut penulis projek yang diambil kelompok
7 ini membuat orang-orang sadar bahwa banyak orang lain yang menunggu tempat
untuk dapat menyantap makanan mereka juga. Sehingga kesadaran bagi para setiap
pengunjung itu sangat baik untuk menciptakan keadaan yang kondusif pula di
kantin.
Kelompok 8 mengangkat tema tentang batas suci. Ya mungkin
sering kita jumpai juga bahwa walaupun sudah ditulis batas suci di suatu tempat
ibadah itu tidak tergubris oleh jama’ahnya. Dengan projek yang dilakukan
kelompok ini dapat menyadarkan orang-orang kembali bahwa batas suci itu sangat
penting untuk menjaga kesucian suatu rumah ibadah. Agar kita juga nyaman untuk
melaksanakan ibadah tersebut.
Kelompok 9 menyegerakan sholat, projek ini adalah projek
yang baik. Karena menurut penulis memang banyak sekali orang-orang yang dengan
mudahnya menunda urusan akhirat hanya untuk menjalankan kegiatan duniawi. Kelompok
ini menyadarkan kita bahwa kita hanyalah makhluk Allah yang seharusnya dalam
suatu kegiatan kita harus mendahulukan kegiatan kita dengan Sang Pencipta.
Untuk yang terakhir ada Kelompok 10 yang himbauan untuk
merokok di red zone. Penulis sangat setuju dengan kegiatan ini karena memang
untuk para perokok tidak pada tempatnya akan memberikan dampak yang sangat
negatif dengan orang-orang disekitarnya yang tidak merokok. Orang-orang
disekitar secara tidak langsung akan menghirup udara yang sudah terkena polusi
asap rokok yang tidak baik bagi kesehatan. Padahal di lingkungan kampus sudah
disediakan tempat yang khusus bagi para perokok ini.
Ya mungkin itu adalah beberapa projek yang dilakukan oleh penulis dan teman-teman kelas
penulis. Mungkin dari beberapa projek yang ada dapat membuat kesadaran kita
meningkat dan memeberikan dampak yang positif tidak hanya dalam lingkup
ekonomi namun juga lingkup sosial yang
akan memberikan dampak besar bagi negara kita kedepannya.

Comments
Post a Comment