Skip to main content

Perkembangan Ekonomi Indonesia



Ekonomi layaknya satu potongan puzzel utama yang tak dapat kita abaikan dan kita singkirkan dalam keadaan suatu negara. Ekonomi adalah sesuatu yang tidak dapat kita pisahkan dalam suatu kehidupan karena tanpa kita sadari setiap kegiatan yang kita lakukan pasti melibatkan adanya proses ekonomi. Berjalan  dengan adanya waktu, perekonomian terus mengalami pertumbuhan dan perubahan yang mengikuti pertambahan kebutuhan manusia.

Sudah tujuh puluh dua tahun Indonesia menginjakan kakinya dan berdiri sebagai negara merdeka. Namun sampai sekarang pun perekonomian Indonesia belum bisa benar-benar dikatakan dalam keadaan yang baik. Bisa kita lihat keadaan Indonesia saat ini dimana masih banyaknya pengangguran menjadi permasalahan yang pelik, ketimpangan yang tergambar jelas di suatu daerah yang seakan tak terlirik, kemiskinan yang juga selalu mengusik. Hal ini bukanlah permasalahan baru, sejak awal kemeredekaan kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan yang kacau dan tidak stabil. Pada masa itu Indonesia yang baru saja lahir belum mempunyai pemerintahan dan pejabat-pejabat khusus yang mampu mengatasi dan menangani perekonomian di Indonesia. Indonesia seakan seperti bayi merah yang baru lahir, dimana Indonesia tidak memiliki identitas dan belum mempunyai pola serta cara khusus untuk mengatur perekonomian. Hal ini dilatar belakangi juga dengan ketidakstabilannya keamanan dalam negeri dan ketidakmaunya Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.  

Penulis disini ingin mengajak para pembaca kembali mengulik sejarah tentang perekonomian di Indoensia agar dapat menegetahui apa-apa saja  kebijakan yang pernah diambil pemerintah untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang ada. Tak hanya sekedar kita mengetahui keadaan perekonomian Indonesia dimasa lampau namun, dengan mengetahuinya sejarah ini kita dapat menjadikannya sebagai pelajaran untuk menuju perekonomian Indoensia yang lebih baik. Sejauh ini Indonesia telah mengalami tiga masa pemerintahan yaitu Orde Lama, Orde baru, dan Reformasi.

Perekonomian Indonesia pada masa Orde Lama (1945-1966)

Pada masa ini perekonomian Indonesia dibagi lagi menjadi 3 masa perekonomian yaitu masa pasca kemerdekaan (1945-1950). Pada awal kemerdekaan ini ekonomi Indonesia berada dalam masa yang buruk, dimana inflasi sangat tinggi. Keadaan ini terjadi karena berlakunya tiga mata uang sekaligus di Indonesia yaitu De javasche Bank, mata uang Hindia Belanda, dan mata uang kependudukan Jepang (yang kemudian pada bulan Oktober 1946 pemerintah mengeluarkan uang kertas baru yaitu ORI sebagai pengganti uang ini). Selanjutnya masa Demokrasi Liberal (1950-1957). Masa demokrasi liberal ini perekonomian diserahkan kepada pasar sepenuhnya. Keputusan ini bukan memeberikan dampak yang baik terhadap Indonesia tetapi malah membuat kondisi semakin buruk. Para pengusaha pribumi yang masih lemah sudah dihadapkan kepada pengusaha nonpribumi, sehingga menyebabkan pengusaha pribumi mudah untuk dikalahkan dan tidak bisa bersaing. Terakhir masa Demokrasi terpimpin (19959-1967). Masa ini merupakan sebab adanya dekrit presisden 5 juli 1959 yang mengakibatkan ekonomi indonesia condong kearah sistem etatisme. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa masyarakat Indonesia akan menuju kemakmuran. Seperti keputusan dan kebijakan sebelumnya, kebijakan ini bukan menjadi solusi terbaik, karena dengan adanya tindakan pemerintah meredominasi nilai rupiah agar tingkat inflasi menurun tidak memberikan hasil yang sejalan. Kebijakan ini malah berbalik arah dan menjadikan inflasi malah semakin tinggi kembali.

Perekonomian Indonesia pada masa Orde Baru. (1966-1998)

Pada awal orde baru, stabilisasi ekonomi dan stabilisasi politik menjadi prioritas utama. Program pemerintah berorientasi pada usaha pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat.  Setelah melihat pengalaman masa lalu, dimana dalam sistem ekonomi liberal ternyata pengusaha pribumi kalah bersaing dengan pengusaha nonpribumi dan sistem etatisme tidak memperbaiki keadaan, maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto ini bisa dikatakan kebijakan yang beliau jalankan berhasil. Karena beliau dapat menekan inflasi dari 650% menjadi dibawah 15% dalam waktu kurang dari 2 tahun. Kebijakan-kebijakan yang diambil Soeharto adalah membuat anggaran, menerbitkan sektor perbankan, mengembalikan sektor ekonomi dan merangkul negara barat untuk menarik modal. Selain itu presiden ke-2 ini juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan.

Perekonomian Indonesia pada masa Reformasi (1998-sekarang)

Tahun 1998 merupakan tahun dimana masa Reformasi ini terjadi.  Peristiwa ini dipelopori oleh ribuan mahasiswa yang berdemo menuntut presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya dikarenakan pemerintahan Bapak Soerhato dianggap telah banyak merugikan Negara dan banyak yang melakukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Tahun 1998 merupakan tahun terberat bagi pembangunan ekonomi di Indonesia sebagai akibat krisis moneter di Asia yang dampaknya sangat terasa di Indonesia. Nilai rupiah yang semula 1 US$ senilai Rp. 2.000,- menjadi sekitar Rp. 10.000,- bahkan mencapai Rp. 12.000,- (5 kali lipat penurunan nilai rupiah terhadap dolar). Artinya, nilai Rp. 1.000.000,- sebelum tahun 1998 senilai dengan 500 US$ namun setelah tahun 1998 menjadi hanya 100 US$. Hutang Negara Indonesia yang jatuh tempo saat itu dan harus dibayar dalam bentuk dolar, membengkak menjadi lima kali lipatnya karena uang yang dimiliki berbentuk rupiah dan harus dibayar dalam bentuk dolar Amerika. Ditambah lagi dengan hutang swasta yang kemudian harus dibayar Negara Indonesia sebagai syarat untuk mendapat pinjaman dari International Monetary Fund (IMF).


Comments